SCARED OF BUMS

Senin, 18 April 2011

BAND BIOGRAPHY
Dinamika berliku yang mewarnai perjalanan mereka mulai dari pergantian nama band (awalnya bernama Society Threat), pergantian personel (Elel, Dekwan dan Astika sempat berkiprah di grup ini), hingga perluasan genre (dari Melodic Core ke Metal Melodic Core); justru membuat Scared of Bums menjadi makin dewasa dan lebih tahan banting dalam menghadapi liatnya kompetisi musik Indonesia. Pelan tapi pasti, band yang mengambil nama dari salah satu album NOFX ini, sejak berdiri Mei 2003 hingga kini termasuk sukses berbicara di skala musik Bali (pula Nusantara, walau belum signifkan). Undangan tampil buat kuartet yang “tidak ingin hidup seperti gembel yang takut pada realita pahit kehidupan” (perluasan makna dari “Scared of Bums”) tercatat amat laris. Bisa dibilang di tiap acara “besar” (utamanya musik Rock) di Bali nama Scared of

Superman Is Dead Presenta Angels & the Outsiders energi positif dan identitas Baru

Entah karena ketiadaan bir dingin (yang biasanya membuat mereka lebih energetik), di siang nan terik namun berangin di gazebo di lantai atas gedung Twice Bar, Poppies Lane 2, Kuta; itu masing-masing personel Superman Is Dead—walau tetap usil—kental mencuatkan kesan lebih kalem, makin dewasa, tampak mulai menata cara bicara. Barangkali perjalanan panjang berliku telah menempa Bobby Kool, Eka Rock, dan Jrx, menjadi seperti sekarang: menjadi sosok yang lebih tenang. Bincang-bincang saya—where’s the beer, man?—di tengah hari bolong tersebut banyak menyoroti Angels & The Outsiders, album ke-4 SID bersama Sony yang amat-segera rilis; serta dinamika yang terjadi di keseharian mereka belakangan ini. Silakan simak rangkuman kisahnya.
Angels & the Outsiders 
Lukisan tangan oil-on-canvas oleh Degan (kumpulan seniman street-art Yogya)
“Angels” menggambarkan limpahan energi positif, kepercayaan dan semangat nan tulus dari keluarga, sahabat, fans serta kondisi manajemen baru mereka yang berangsur menuju ideal. Sedangkan “Outsiders” dipancang sebagai identitas resmi-baru bagi komunitas/para penggemar yang sempat tak menentu akibat banyaknya nama yang terbentuk secara sporadis (seperti: Sidheads, Siders, Sidiot, etc.).

A Mild Live Wanted 2009 Mulai bergulir

A Mild Live Wanted bisa disebut sebagai salah satu gelaran acara pencarian band berbakat di Indonesia yang paling sukses terorganisir. Dihelat sejak tahun 2007, grafik jumlah pesertanya selalu meningkat tajam dari tahun ke tahun. Kesuksesan tersebut berkat keterlibatan para pelaku industri musik senior seperti: Deteksi Production, Musica Studios dan Trinity Optima Production.
Para jebolannya sendiri juga terbilang berhasil mewarnai industri musik nasional (dengan segala kelebihan & kekurangannya). D’Masiv dari angkatan 2007 dan Magneto angkatan 2008. Secara khusus, Magneto yang berasal dari Makassar membuktikan bahwa kesempatan menjadi pemenang memang terbuka luas bagi setiap pesertanya di seluruh penjuru nusantara. Tak peduli dari mana kota asal mereka. Berita liputan grand final AMLW 2008 & Rising Stars 2008
Memasuki tahun 2009, seri ketiga AML Wanted sudah mulai bergulir. Jadi buat kalian para band pecinta dan pencipta musik pop (plus pengembangannya, pop-rock, pop-jazz, dst) sebaiknya segera persiapkan 3 demo lagu terbaik, dan kirimkan ke AMLW Drop Box Zone yang tersedia di kota kalian, pada waktu dan venue yang ditentukan. Oh ya, formulirnya (biasanya) bisa didapat di radio-radio partner lokal dan pastinya juga bisa diunduh di www.amild.com. Jangan lupa pula untuk memastikan umur kalian sudah berusia 18 tahun keatas untuk mengikuti ajang ini.

50 gitaris paling dipuja sepanjang masa

Majalah spesialis heavy metal dan classic rock terbitan Brazil, Roadie Crew, baru-baru ini merilis polling “Gitaris Paling Digemari Sepanjang Masa”. Yang ultra menarik, pemungutan suara tersebut melibatkan 330 gitaris yang sebagian diantaranya — baik mantan personel atau anggota aktif — berasal dari kontingen cadas ternama lawas macam Blue Öyster Cult, Dio, Girlschool, Guns ‘N Roses, Helloween, Kiss, Manowar, Nazareth, Scorpions, Twisted Sister, Ten Years After; maupun dari kongsi metal mutakhir seperti Arch Enemy, Children of Bodom, Nightwish, Opeth, dll. Dengan kapasitas pemilih sedemikian rupa tentu polling ini bisa disebut amat kredibel, sangat pas untuk jadi salah satu acuan signifikan.

MUSIK INDONESIA dulu hingga kini

Hingar bingar industri musik indonesia saat ini, tentu merupakan sebuah perkembangan yang bagus untuk kelangsungan dan eksistensi musik-musik karya anak negeri sendiri, yang merupakan akar budaya sebuah bangsa. ditengah kesulitan ekonomi saat ini, musik adalah hiburan paling murah yang bisa menyejukan hati dan relaksasi bagi kita.
Musik indonesia mulai bergairah dengan banyak bermunculannya Band/penyanyi sejak era 80-an akhir, 90-an, hingga 2000-an sekarang ini. tak seperti di era 70-an yang yang hanya didominasi nama-nama seperti Koes plus, Panbers, The Mercy’s, setelah itu sangat banyak band/penyanyi yang muncul, bertahan, dan eksis hingga menjadi super band ataupun Diva.
Di era 80-an siapa yang tak kenal sosok penyanyi yang sangat fenomenal seperti Iwan Fals, Ebiet G Ade, Chrisye, atau Vina panduwinata, yang lagu-lagunya hampir tak ada orang yang tak mengenalnya. hingga kini lagu-lagu mereka tetap dikenang dan tak sedikit yang jadi “influence” bagi band/penyanyi saat ini.
Di era 90-an trend-nya berbeda. karena yang muncul ke permukaaan adalah musisi muda dengan format nge-Band. saking banyaknya band-band bermunculan saat itu, mungkin penyanyi solo yang juga hebat saat itu seperti Nicky Astria, tenggelam oleh nama-nama besar seperti Slank, Dewa 19, Gigi, dll. saat itu, band-band adalah penguasa tahta industri musik indonesia.
Di era 200-an saat ini, Band-band masih merajai lagu-lagu yang hits di tengah masyarakat. mulai dari radio, tv, internet, hingga pusat-pusat keramaian seperti mall, selalu terdengar lagu-lagu yang sedang hits baik sengaja maupun tidak sengaja kita mendengarkannya.
Perbedaan yang cukup mencolok antara band-band era 2000-an dengan era-era sebelumnya, adalah golongan penikmata musik nya itu sendiri. seperti misalkan band-band era 90-an yang mayoritas musiknya masih ter-influence musik-musik hardrock ’70 atau ’80-an yang full skill. dan penikmatnya bisa dikatakan hanya anak-anak muda hingga dewasa yang menyenagi jenis musik seperti itu. band-band di era 2000-an musiknya kebanyakan lebih easy listening dan minimalis. maka tak heran kalau kebanyakan anak-anak umur 5 tahun bisa sangat hafal dengan lagu-lagu semisal Peterpan, Ungu, Radja, atau Nidji.
Mungkin juga, anak-anak jaman sekarang bisa lebih hafal lagu-lagu Peterpan, Ungu, atau Nidji, daripada lagu-lagu yang yang semestinya ada khusus buat anak seusianya. tapi, masalahnya sudah “nyaris” tidak ada lagi penyanyi cilik seperti tahun 80-an atau 90-an seperti Joshua, Bondan Prakoso, atau Trio Kwek Kwek, yang sangat digandrungi anak-anak kala itu.
Setiap jaman pasti berbeda. dari berbagai hal pasti berbeda pula. jadi, semua itu relatif. tidak ada yang bisa mengklaim bahwa musik di era 80, 90, atau 2000-an lebih baik daripada yang lain. bukan hal yang patut di perdebatkan dan di bandingkan. dari setiap era, pasti muncul 1 atau 2 band/penyanyi yang akan menjadi legenda musik indonesia.
Jayalah musik indonesia…

sejarah kehidupan michael jackson

Minggu, 17 April 2011

Michael Joseph Jackson (lahir di Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 – meninggal di Los Angeles, California, Amerika Serikat, 25 Juni 2009 pada umur 50 tahun)[1] adalah penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai "King Of Pop" dan memopulerkan gerakan dansa "Moonwalk" yang telah menjadi ciri khasnya. Albumnya yang dirilis pada tahun 1982, Thriller, adalah album terlaris di dunia, dengan penjualan melebihi 104 juta kopi di seluruh dunia. Ia mulai karier bernyanyi pada usia lima tahun sebagai anggota kelompok vokal keluarga Jackson (kelak menjadi The Jackson 5) sebelum meluncurkan album solo pertamanya Got to Be There pada tahun 1971. Sebagai anak ketujuh dari keluarga Jackson, dia membuat debut di musik profesional pada umur 11 tahun sebagai anggota dari Jackson 5.
Pada awal tahun 1980-an, dia menjadi figur yang sangat dominan dalam musik pop and musisi Afrika-Amerika pertama yang mempunyai crossover kuat di MTV. Popularitas dalam musiknya menanjak saat ditayangkan di MTV, antara lain "Beat It", "Billie Jean" dan Thriller dianggap telah mengubah video klip menjadi sebuah bentuk karya seni dan sebagai alat promosi untuk memopulerkan sebuah channel tv. Video-video seperti "Black or White" dan "Scream" membuat Jackson menjadi andalan utama MTV pada tahun 1990-an. Lewat penampilan panggung dan video-video klipnya, Jackson memopulerkan sejumlah teknik menari seperti robot dan moonwalk. Suara dan gaya vocal Jackson memengaruhi dan diikuti oleh banyak penyanyi hip hop, pop dan R&B.
Penghargaan - penghargaan yang telah dia raih termasuk beberapa kali Guinness World Records—termasuk thriller sebagai album terlaris di dunia— 13 Grammy Awards, 13 buah single nomor 1 dalam solo kariernya dari musisi pria lainnya dalam Hot 100 era—dan penjualan 750 juta unit di seluruh dunia. Hidup Jackson sangat terkenal di seluruh dunia, didampingi dengan kariernya yang sangat sukses, membuatnya menjadi bagian dari kebudayaan pop selama 4 dekade. dalam beberapa tahun dia sering disebut-sebut sebagai salah satu pria paling terkenal di dunia.

sejarah Musik KLASIK sejak MUSIK Gregorian tahun 590

Musik Klasik dimulai dengan penemuan Notasi Gregorian tehun 590 oleh Paus Agung Gregori, berupa balok not dengan 4 garis, namun notasi belum ada hitungannya. Paus Gregory semasa hidupnya telah mencatat lagu-lagu Gereja dengan Notasi Gregorian tersebut. sebelum tahun 590 musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis yang dapat dibaca.